Penjelasan Profesi Air Traffic Controller (ATC) 2021 Petugas Pengatur Lalu Lintas Udara

iShabri.com Sukses nya sebuah kegiatan penerbangan dari bandara keberangkatan sampai ke bandara tujuan adalah berkat kerja keras para petuga ATC atau Air Traffic Controller, untuk lebih penjelasan lebih lengkap dan jelas mengenai Profesi Air Traffic Controller atau lebih dikenal dengan sebutan ATC akan saya bahas secara lengkap pada artikel ini.

Apa itu Profesi Air Traffic Control ?

Air Traffic Controller atau dalam bahasa indonesia disebut juga dengan Pemandu lalu lintas udara adalah sebuah profesi dimana tugasnya adalah mengatur sebuah penerbangan dari satu bandara ke bandara yang lain.

Setiap pergerakan pesawat harus dengan ijin dari petugas ATC baik di darat maupun di udara sekalipun. Bagaimana saja prosesnya? nanti kita bahas satu persatu dibawah.

Semenjak pesawat berada di sebuah gate bandara sampai takeoff dan mengudara pun masih saja memerlukan petugas ATC, sampai mendarat di gate bandara tujuan membutuhkan jasa petugas atc.

Profesi Air traffic Control disebutkan adalah sebuah profesi dimana memerlukan keteliatan dan akurasi yang sangat tinggu, tidak heran jika pekerjaan ini adalah merupakan pekerjaan dengan tingkat stress paling tinggi, tidak boleh ada kesalahan sedikitpun dalam pekerjaan ini.

Sedikit saja kesalahan bisa menyebabkan bencana besar dan fatal sekali akibatnya, bayangkan misalnya seoarang petugas ATC tertidur karena kelelahan bekerja sedangkan ia sedang bertugas, bisa saja ia sedang memberikan instruksi ke A380 yang penumpangnya lebih dari 400 orang, salah instruksi sedikit bisa jadi masalah, Mistake mean Disaster begitulah.

Makanya jenis pekerjaan ini hanya bisa dilakukan oleh orang orang yang benar benar terlatih sehingga mampu mengatasi semua permasalahan disaat bertugas diatas Tower.

Durasi bekerja bagi petugas atc pun bisa dibilang cukup singkat, kenapa bisa singkat gunanya adalah demi menekankan tingkat stress pada petugas ATC, Rata rata mereka di Tower sekitar 6 jam dengan maksimal jam kerja adalah 8 jam tidak boleh lebih dari itu.

Baca juga:  Inertial Navigation System (INS) Pada Pesawat Terbang Serta Penggunaannya

Bisa juga jam kerja ditentukan oleh Shift misalnya, lalu jam dinas mengontrol tidak lebih dari 2 jam, lalu istirahat, kemudian bisa lanjut duty atau menjadi assistant controller selama kurang lebih 3 jam.

Jenis jenis Air Traffic Controller

Delivery Control

Delivery Control ini bertugas memberikan SID atau standard instrument departure kepada pesawat dari bandara keberangkatan, juga memberikan infromasi mengenai runway active untuk takeoff, initial flight level dan juga squawk kepada pilot.

Tidak semua bandara khususnya memliki Delivery Control, biasanya tugas Delivery ini combine dengan Tower Control dimana tingkat kepadatan traffic bandara bandara di indonesia tidak terlalu banyak, jadi tidak membutuhkan delivery control.

Ground Control

Setelah tugas Delivery control selesai, waktunya handoff dari delivery ke ground, dimana tugas Ground Control adalah memberikan intruksi kepada pilot pesawat hanya ketika pesawat masih di ground (darat), hal ini berlaku juga pada delivery control.

Tugas Ground juga memberikan clearance push back, taxi clearance, mencakup taxiway yang harus dan boleh dilalui di sekitaran apron bandara, tapi tidak boleh memberikan intruksi pesawat untuk line up ke runway.

Tower Control Profesi Air Traffic Controller

Profesi Air Traffic Controller yang bertugas untuk memberikan instruksi bagi pesawat pada proses pendaratan dan juga lepas landas adalah tugas dari Tower. Segala aktifitas yang berhubungan dengan ruwnay aktif (Active Runway) adalah tugas Tower.

Mereka bertanggung jawab terhadap pada pesawat sampai airborne atau ketinggian tertentu sampai dialihkan komunikasi (Handoff) ke posisi Approach.

Tugas pokok Tower adalah memberikan Takeoff Clearance, Landing Clearance, Crossing runway atau menyeberang runway baik itu pesawat maupun segala Vehicle yang bergerak pada suatu bandara juga berkaitan dengan runway dan memberikan clearance untuk pesawat yang hendak melakukan Backtrack pada landasan pacu.

Baca juga:  Airbus A350 XWB Spesifikasi Lengkap Pesawat Pabrikan Perancis

Tugas tower juga memberikan Clearance terhadap pesawat yang hendak melakukan penerbangan dengan VFR (Visual Flight Rules), IFR (Instrument Flight Rules).

Approach Control

Approach adalah bagian dari posisi Profesi Air Traffic Controller yang ada pada setiap bandara, tugas nya adalah melanjutkan apa yang sudah di jalankan oleh Tower tadi.

Baca juga: Bandara Dengan Landasan Pacu Terunik di Indonesia

Disaat pesawat sudah lepas landas dan Airborne, tower lansgung menyuruh pesawat untuk melakukan kontak dengan Approach Controller, biasaya diatas ketinggian 1000ft Above Ground Level.

Baca juga: Tanya Veronika Asisten Virtual

Pada keadaan normal Approach ini bertugas memberikan arahan kepada setiap pesawat yang hendak melakukan pendaratan (Landing) maupun lepas landas (Take-Off).

Jika pesawat yang ingin mendarat di suatu bandara, Approach biasa akan memberikan instruksi pada saat posisi pesawat dengan dengan Initial Approach Fix (IAF), jika pesawat yang baru takeoff maka setelah posisi tower Handoff maka yang ambil alih selanjutnya adalah Approach.

Center Control Position

Nah, ini yang paling tinggi dan luas wilayah atau jangkaun nya, dimana seluruh pesawat yang terbang di wilayah udara negara adalah tanggung jawab Center Controller untuk mengatur baik itu separasi, ketinggian, Airways.

Untuk indonesia sendiri semua kegiatan di atas dilakukan oleh perusahaan bernama Airnav Indonesia.

Ihsanush Shabri

Ihsanush Shabri adalah seorang penulis konten dan juga administrator ataupun pemilik daripada website iShabri.com