Prosedur Naik Pesawat bagi Anak Kecil yang Terbang Sendirian / Unaccompanied Minor

iShabri.com Pernahkah Anda melepas anak pergi sendirian naik pesawat? Jika iya, tentu saja sebagai orang tua pasti akan merasakan perasaan yang campur aduk. Khawatir namun juga bangga karena di usia sang buah hati yang masih belia berani untuk melakukan perjalanan udara naik pesawat sendiri.

Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas prosedur naik pesawat bagi anak di bawah umur yang terbang sendirian / Unaccompanied Minor (UM). Mari kita simak.

Prosedur Naik Pesawat bagi Anak Kecil yang Terbang Sendirian / Unaccompanied Minor

Penumpang Unaccompanied Minor memiliki prosedur yang wajib ditaati, diantaranya adalah sebagai berikut.

  1. Orang tua atau wali keluarga harus mendampingi anak pada saat check in dengan membawa kelengkapan dokumen penerbangan yang sah dan tidak diijinkan meninggalkan bandara sebelum pesawat berangkat.
  2. Mengisi dokumen pemberitahuan (Unaccompanied Minor Handling Advice) yang ditandatangani oleh orang tua/wali keluarga atas nama UM lalu segera menghubungi orang yang akan menjemput di bandara tujuan.
  3. Petugas memberikan tanda UM yang dipakai anak hingga penerbangan tiba di tempat tujuan.
  4. Orang tua atau wali keluarga harus menyerahkan kelengkapan formalitas dan menandatangani serah terima pengawasan kepada petugas pasasi untuk menyelesaikan prosedur check in.
  5. Menyerahkan boarding pass langsung kepada UM untuk segera menuju ke boarding lounge dengan ditemani oleh ground staff.
  6. Melakukan boarding lebih awal dari penumpang lainnya dan dilakukan serah terima penumpang UM beserta dokumen kepada cabin crew.
  7. Jika harus transit, anak akan tetap menjadi tanggung jawab maskapai.
  8. Setelah sampai bandara tujuan, anak akan turun dari pesawat bersama dengan para pramugari, lalu diserahkan kepada ground staff untuk kemudian didampingi sampai bertemu dengan penjemputnya.
  9. Apabila penjemput tidak ada atau tidak sesuai dengan data sebelumnya, maka UM dikembalikan ke bandara keberangkatan dengan biaya yang ditanggung oleh orang tua / wali keluarga.
Baca juga:  Bandara di Indonesia dengan Runway Terpanjang

Baca juga: Bagaimana Cara Berburu Tiket Murah yang Tepat? 6 Cara Ini Bisa Dicoba

Ketentuan Unaccompanied Minor

Anak di bawah umur yang akan melakukan penerbangan sebagai UM harus memenuhi persyaratan sebagai berikut.

• Usia anak antara 6 – 12 tahun.
• Anak dalam keadaan sehat, baik secara fisik maupun mental.
• Anak memiliki kelengkapan dokumen perjalanan yang masih berlaku.
• Dikenakan biaya sesuai ketentuan untuk penanganan proses terhadap UM.

Persiapan Untuk Anak Naik Pesawat Sendirian

Berikut ini adalah tips yang perlu disiapkan oleh orang tua agar perjalanan anak lancar dan tidak terlalu menimbulkan kekhawatiran.

Sebelum Keberangkatan

a. Pastikan Anak Mampu Melakukan Perjalanan Sendiri

Sebaiknya kita memastikan bawah anak sudah mampu melakukan penerbangan sendiri. Hal ini dapat dilihat dari :

Baca juga: Cara Liburan Hemat yang Bikin Kantong Anti-Jebol

– Anak sudah mandiri dan tidak terlalu bergantung pada orang tua.
– Mudah beradaptasi dengan lingkungan baru.
– Bisa berkomunikasi dengan orang lain secara baik.
– Kuat membawa perbekalan.
– Dan lain sebagainya yang memperlihatkan bahwa anak sudah siap secara fisik dan psikologis.

b.Mengetahui Peraturan Pesawat

Sebelum memesan tiket, carilah maskapai yang menyediakan layanan unaccompanied minor. Peraturan UM berbeda pada tiap maskapai penerbangan

Carilah informasi mengenai batas usia minimal Unaccompanied Minor atau apakah memerlukan biaya tambahan. Anda bisa browsing internet atau menelpon langsung ke customer service masing-masing maskapai tentang prosedur atau aturan UM di maskapai tersebut.

c.Tanyakan Kesediaan Anak

Anak yang akan terbang sendiri wajar bila merasa takut, bingung, maupun cemas. Jelaskan kepadanya alasan harus melakukan itu serta pengalaman yang mungkin akan diperolehnya nanti.

Anda bisa memberikan anak Anda gambaran yang jelas dengan cara mencari beberapa kisah pengalaman UM di internet.

Baca juga:  Didera Pandemi, Lalu Lintas Penerbangan di Indonesia Sepi

d.Reservasi Tiket

Setelah memilih maskapai penerbangan, hal selanjutnya yang dilakukan yaitu memesan tiket. Sebisa mungkin memilih penerbangan langsung tanpa transit agar anak tidak bingung.

Pilihlah waktu keberangkatan yang tepat, yaitu tidak terlalu pagi atau terlalu malam agar anak tidak terlambat dan kelelahan. Jika memungkinkan, pilihkan kursi paling depan agar mudah diawasi kru kabin yang bertugas.

Atau pilihkan kursi yang dekat dengan lorong agar anak lebih leluasa dan bisa dengan mudah jika ingin ke toilet.

e.Persiapkan Anak Sebelum Berangkat

Berikan anak penjelasan hal-hal mengenai perjalanan dengan pesawat sebelum berangkat. Hal-hal yang perlu dijelaskan diantaranya cara dan dimana melakukan check in, mencari nomor kursi sesuai tiket, serta tanyakan apakah anak memiliki masalah tertentu saat terbang.

Sebaiknya Anda juga memberitahu berbagai hal yang mungkin terjadi selama naik pesawat, seperti turbulensi. Jelaskan juga apa yang harus dilakukan jika mengalami hal-hal seperti nyeri telinga, mual, atau nyeri perut selama berada di pesawat.

Jangan lupa untuk memberitahukan kepada anak lamanya perjalanan dan untuk selalu bersikap baik selama penerbangan.

f.Siapkan Tas Kecil

Kita perlu menyiapkan tas kecil untuk dibawa anak ke dalam kabin. Isilah tas tersebut dengan makanan ringan, air minum, buku bacaan, smartphone, headphone, dompet berisi uang saku, permen, jaket, tisu, satu set pakaian ganti, tiket, serta obat-obatan bila diperlukan.

Jangan lupa menyertakan daftar nomor-nomor penting yang dapat dihubungi dalam keadaan darurat.

g.Pastikan Anak Mengetahui Siapa Penjemputnya

Beritahu anak agar mengingat siapa nama dan nomor telepon orang yang akan menjemputnya setelah tiba di bandara tujuan. Jika perlu, perlihatkan foto penjemput kepada anak supaya tidak salah mengenali orang.

Baca juga:  Pertama Kali Naik Pesawat, Berikut Tahapan Penting Yang Perlu di Perhatikan

h.Tiba di Bandara Lebih Awal

Usahakan untuk datang ke bandara lebih cepat dari biasanya, setidaknya dua jam sebelum waktu keberangkatan.

Hal ini dikarenakan Anda perlu mengisi beberapa dokumen keberangkatan khusus bagi anak di bawah umur yang terbang tanpa pendamping.

Jangan lupa membawa akte kelahiran dan identitas, serta mengurus gate pass agar Anda dapat mengantar anak hingga ke ruang tunggu.

Saat Penerbangan

a.Pastikan Anak ke Toilet Terlebih Dahulu

Sebaiknya anak ke toilet terlebih dahulu sebelum naik pesawat atau ketika di dalam pesawat sebelum berangkat. Hal ini akan membuat perjalanan anak lebih nyaman.

b. Perkenalkan dan Titipkan Anak ke Kru Kabin

Kru kabin akan bertugas menjaga anak Anda selama proses penerbangan. Oleh karena itu, kenalkan anak kepada kru kabin agar tidak segan untuk meminta pertolongan jika memerlukan sesuatu. Sehingga Anda tidak perlu khawatir ketika anak naik pesawat sendiri.

c.Berdoa Sebelum Terbang

Ajarkan anak untuk berdoa terlebih dahulu sebelum pesawat lepas landas agar merasa lebih aman selama penerbangan.

d.Hubungi Penjemput Anak

Setelah pesawat lepas landas, segera hubungan orang yang akan menjemput anak di bandara tujuan. Informasikan dengan detail mengenai tempat penjemputan dan jam kedatangan pesawat.

Demikian penjelasan mengenai Prosedur Naik Pesawat bagi Anak Kecil yang Terbang Sendirian / Unaccompanied Minor. Meski terbang sendiri, anak di bawah umur yang melakukan penerbangan akan didampingi oleh petugas maskapai.

Petugas yang disediakan maskapai akan menemani dan mengurusi UM pada proses preflight, in flight, dan post flight, termasuk pada saat transit pesawat. Jadi, sebagai orang tua Anda tidak perlu khawatir lagi melepas anak sendirian naik pesawat.

Ihsanush Shabri

Ihsanush Shabri adalah seorang penulis konten dan juga administrator ataupun pemilik daripada website iShabri.com

Leave a Comment